hahahaha, tiba 2 semalam kepikiran hal itu,
gara2 baca status seorang teman baik di fb yang tampaknya sedang gusar sama adik2 angkatan yang pergi ke negeri tetangga dengan title belajar tapi yang dilakukan malah berfoya-foya.
no offense. but its make me thinking about many things deeply.
well, saya juga gak menyalahkan mereka (yang berfoya2), itu 100% hak mereka, kita boleh kesal dan gusar but they have their shit of right to do that, at least it's their money *ups, their parent’s money*
mereka masih anak bawang, anak bau kencur atau apapunlah istilahnya untuk merasakan bahwa orangtua yang 120% mampu membiayai mereka jalan2 ke negeri tetangga itu bekerja 200% sepanjang waktu mereka.
hey dude its not only about whimper around and you get all you want.
ini dunia yang mengajarkan orang untuk bersikap keras dan lembut disaat bersamaan.
bahwa ketika kita mendapatkan sesuatu, tanggung jawabnya jadi lebih berat dari yang kita kira. even mendapatkan kesempatan *dan uang* dari orang tua kita sendiri untuk 'belajar' di negeri orang ya belajarlah bukannya menghabiskan lebih untuk nonton atau jalan2 ke Universal Studio, hello.. selama title nya belajar ya belajarlah. its about take your responsibility :)
fuah, lega udah ikutan marah2. hahahahaha.
sakjane gatel pengen komentar di wall post nya temenku itu, tapi nggak ah, i promised to my self that I wont to get in some trouble with fb wall or etc, FB wall is more about judging without care about others feeling or the truth . hahahhaha.
Oh ya back to cari uang itu susah.
Well , for now, I really know what this mean. Haaaaa *menghela nafas*,
sejak kerja di bali lah, jadi tau kalau dunia itu kejam ihihihihihi. Mau makan enak mesti inget bayar kos, mau jalan2 blanja2 mesti inget tiket pulang, mau liburan mesti inget nabung. Jiiaaa.
Hasil kerja sebulan di jereng-jereng dengan seksama. Berusaha 50% saving (always) tapi kenyataannya yang bisa disaving not more than 20%, aaiiiihhhh. Dengan target yang aku punya, apa bisa tercapai?? Hiks
Kerja hampir 20 jam kantor and swasta, hasil yang didapat juga segitu aja, hilang kemana? Habis kemana? Kebutuhan pokok sebulan, hiburan yang kadang kurang, dan pulang kampung yang jarang2. *menghela nafas lagi*
Well, hidup memang bukan melulu tentang uang sih dan kebahagiaan gak bisa dibeli dengan uang. Tapi merencanakan masa depan juga perlu uang, hal-hal yang bikin bahagia juga bisa dibeli pakai uang. So…?
Berpintar-pintarlah merancang masa depan. Berpintar-pintarlah mencari uang. Berpintar-pintarlah memanfaatkan uang.
Ada banyak cara yang (on my mind now, flying like a ghost. I know its there but I cant touch it even I see it, my bad…..)
First. Adalah menanamkan keyakinan pada diri sendiri bahwa. Come on girl you don’t want to be employer forever. You must stand up on your own. Struggling with opportunity. Fighting with destiny. Helping others to have a job. Ber wira usahalah!!!
Dan guess what? I don’t want to be an architect forever. Hihihihihi. I have a dream to be a very very brilliant and fab! Wedding organizer, party organizer. . Hmmmm re-arrange a party, busy to coordinate people, looking for god food, decorate places, handling event . kyaa kyaa kyaa, it would be lovely. (melamun di pinggir jendela sambil ngeliatin bulan)……
2nd. Mulai berinvestasi…
Dulu sempat kepikiran reksa dana, belum jalan udah pingin coba main saham tapi lumayan ketir2 diawal-awal begitu tau resiko dan modal awalnya (gileee lu ndrrroo *manyun*) . dan baru-baru ini tergiur sama investasi emas. Dan sepertinya (setelah menimbang dan melihat baik buruknya) yang mau direalisasikan adalah pilihan ketiga, pas nanti pulang lebaran mulai mau diomongin sama yung yung. Kalau bisa sih udah sekalian jalan . Lebih cepat lebih baik.
3rd beli tanah atau rumah buat modal
Well, someday me and my beloved boyfriend bakal membentuk satu keluarga sendiri, our lovely, happy, wealthy family :D . Rumah, menurutku bakalan jadi satu property utama yang harus ada sebelum we’re getting married. Selain pekerjaan yang mapan dan penghasilan yang cukup (kalau bisa lebih, untuk membahagiakan orang – orang disekitar kami, it would be better). Gak mau kalau udah married masih nebeng ortu apalagi mertua. Jangan deh, hihi ntar ketauan kalo susah mandi pagi :p
Yeah, I think that’s all for now, kalau nanti ada yang perlu ditambahkan lagi untuk dilakukan bakal di list lagi prioritasnya :D
Yaaa semoga dengan semua rencana yang insya allah bisa terlaksana itu, kehidupan yang lebih baik juga bisa tercapai. Pepatah sih bilang selagi muda berusahalah dengan kemampuan maksimal untuk hasil yang maksimal nanti di hari tua :D
Cheers
D
Oh btw:
sialan, baru nulis postingan ini di office word pake kompie kantor, tiba tiba temen sekantor yang kebetulan duduk di sebelah, ngomongin jumlah penghasilan sebulan dikali lamanya waktu kita kerja or waktu produktif kita or apapun istilahnya. Siiiiaalll tambah gak tahan ‘cuma’ duduk di sini dan menulis postingan ini. I have to do something, must do!!
No comments:
Post a Comment