mentally, i am sick, weak, hurt, rasanya ada 'dahaga' yang amat sangat dan pusing yang tidak tertahankan, flu sepanjang tahun yang tidak ada habisnya.
i hate this weakness :(, dan aku membenci diriku untuk membiarkan klemahan ini menguasai...
aku adalah buku dua sisi (manusia adalah buku dua sisi) ada permukaan yang selalu terlihat tegar-kuat-mampu, tetapi sebenarnya hanya rapuh yang tersisa-bersama serpihan harap dan asa yang berusaha disusun kembali dengan tambalan dan lem di sana sini.
aku bahkan muak melihat serpihan - serpihan itu, dan ketika kuputuskan untuk pergi mungkin sebenarnya aku hanya melarikan diri dengan kedok meraih impian - ambisi. atau aku memang sedang berusaha meraih impian dan ambisi, hanya agar aku tidak perlu memikirkan hal-hal yang menyakitkan itu.. yang manapun sama saja,, serpihan itu sudah kubuang ke laut pagi ini. jadi lupakan saja
kelemahan itu, buang saja, aku tak perlu...
Curhat Buat Sahabat - Dewi Lestari
Sahabatku, usai tawa ini
Izinkan aku bercerita:
Telah jauh, ku mendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau di sana
Telah jauh, ku terjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku disini...
Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik : "Pandang aku, kau tak sendiri,
oh dewiku..."
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang
Itu saja kuinginkan
Sahabatku, bukan maksud hati membebani,
Tetapi...
Telah lama, kumenanti
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
Dan usai tangis ini, aku kan berjanji...
Untuk diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakit
Menentang malam, tanpa bimbang lagi
Demi satu dewi yang lelah bermimpi
Dan berbisik : "Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku..."
Wahai tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi
dan tawarkan padaku segelas air putih,
No comments:
Post a Comment